Header Ads

Breaking News

Teman bagi Warga Binaan Narkotika

Vita Sudiatmayani SPsi

Selama tujuh tahun ibu dua putra ini mendedikasikan hidupnya mendampingi narapidana narkotika secara mental dan sosial. Meski awalnya takut, Vita Sudiatmayani S.Psi (33) mendapatkan banyak pengalaman berharga selama bekerja sebagai staf Bimkeswat (Bimbingan dan kemasyarakatan dan perawatan) Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas IIA Jalan Kaliurang Km 17 Pakem, Sleman, Yogyakarta.

Menurut Sarjana Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang ini pelaksanaan pembinaan bagi WBP (Warga Binaan Permasyarakatan) di tempatnya bekerja merupakan salah satu proses rehabilitasi yang diberikan untuk membantu proses penyembuhan WBP agar tidak kembali kepada dunia narkoba selama menjalani pidananya.

Pembinaan yang dilakukan Vita adalah melakukan pendampingan baik secara mental maupun sosial. Secara mental melalui pembinaan rohani (ibadah) dan konseling. Umat Paroki St Yusuf Bintaran Yogyakarta ini melakukan pendampingan bagi narapidana yang beragama Katolik dan Kristen. Pelaksanaan pembinaan dilaksanakan setiap Selasa, Kamis dan Sabtu setiap minggu kedua dan keempat setiap bulannya

Pembinaan dilakukan agar WBP dapat berubah lebih baik dari sebelumnya. ”Mendampingi atau membina warga binaan sangat membutuhkan komunikasi dan kedekatan. Saya berharap WBP dapat mengubah dirinya kearah yang lebih baik terutama perubahan berfikir, bertindak, atau  bertingkah laku,” ungkap istri Arcadius Andi Bayu Nugraha yang juga bekerja di Lapas yang sama  ini. 

Berbagi Kasih
Vita seringkali menyaksikan langsung ‘drama’ kehidupan bagaimana narkotika bisa merusak masa depan keluarga. “Saya terkadang menangis ketika melihat WBP dibezuk oleh keluarganya. Ada perasaan sedih karena melihat anak mereka yang masih kecil atau istri yang sedang hamil harus kehilangan figur kepala rumah tangga untuk menjalani hukuman pidana di dalam Lapas, entah sampai kapan,” ungkapnya dengan wajah sendu. Namun ia tetap menggengam asa bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan juga manusia yang memiliki potensi yang dapat merubah dirinya sendiri kearah yang lebih positif apabila didukung niat yang kuat. 

“Tidak mudah membina Warga Binaan Narkotika karena pola pikir mereka yang mengganggap dirinya bukanlah pelaku kriminal dan menganggap bahwa apa yang dia lakukan tidak merugikan orang lain. Saya tertantang untuk mendampingi mereka. Maka dari itu saya melakukan pembinaan dengan komunikasi dan pendekatan yang baik agar mampu membina warga binaan di sini,” ungkap perempuan kelahiran Denpasar, 12 Juni 1983 ini sambil tersenyum optimis. 

Berhadapan dengan narapidana laki-laki memang terkadang membuatnya gentar. Namun Vita terus menguatkan diri seraya memohon kekuatan pada Tuhan untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Dukungan suami turut menguatkan langkahnya. 

Memang, Vita terpanggil untuk memberi kasih sayang pada WBP seraya menyadarkan mereka akan pentingnya iman sebagai landasan kokoh dan keluarga sebagai akar dari cinta sejati. Ia ingin menjadi ventilasi bagi jiwa yang sesak oleh jeruji penjara. # Ivonne Suryanto 

No comments