Header Ads


Breaking News

Siswa SMK Kimia Industri Theresiana Jalani Pembinaan Model Militer


Semua siaaaaaap….g’raaakk! Hadap kanan…g’raaaakk… Balik kanan majuuuu….jalan….Itulah aba-aba yang diberikan oleh instruktur dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0733 Semarang di bawah pimpinan Sersan Mayor Aly Mas Rochan, kepada barisan 58 siswa kelas X SMK Kimia Industri Theresiana Semarang. Kegiatan PBB (Peraturan Baris Berbaris) ini merupakan bagian dari Pembinaan Siswa yang berlangsung di Bumi Perkemahan Karanggeneng, Gunungpati, Semarang, Jumat-Minggu, 9-11 September 2016. 

Menurut Kepala Sekolah SMK Kimia Industri Theresiana Geovani Agus Murwito SPd, kegiatan ini merupakan kegiatan pembinaan siswa. ”Selama belajar di  SMK Kimia Industri Theresiana setiap siswa memperoleh tiga kali pembinaan mental di kelas X, XI, dan XII. Khusus di kelas X mereka memperoleh pembinaan untuk pembentukan dan pengembangan karakter dan kepribadian.” 

Hal inilah yang perlu ditanamkan dalam diri siswa sehingga tidak hanya pendidikan mengenai mata pelajaran saja yang mereka dapat tetapi juga pendidikan mengenai karakter dan kepribadian. Tujuannya supaya para siswa menjadi manusia-manusia yang berkepribadian tangguh, jujur, disiplin dan unggul. 

Model pembinaan perkemahan bagi siswa kelas X ini untuk memupuk rasa cinta tanah air, rela berkorban, disiplin, kerja keras, tanggung jawab dan jujur. Dalam kegiatan ini siswa dilatih untuk mempunyai disiplin yang tinggi, menjadi orang yang mandiri, taat terhadap peraturan, kreatif, saling membantu dan melayani, saling bekerjasama dan memiliki wawasan kebangsaan yang luas. 

Latihan Disiplin
Banyak kegiatan yang mereka lakukan di antaranya PBB, game-game, outbond, materi kebangsaan, api unggun, jurit malam, dan sebagainya. Bahkan cara mereka makan pun juga diatur. Diharapkan ketika mereka telah kembali ke sekolah mereka dapat memaknai setiap kegiatan serta menerapkan itu semua dalam kehidupannya sehari-hari.

Ivan Wijaya bersyukur bisa mengikuti kegiatan pembinaan seperti ini. “Saya sangat bahagia dapat mengikuti kegiatan ini. Selain dapat bergembira bersama teman-teman, juga karena instrukturnya berasal dari para Bapak Tentara jadi kami bisa latihan lebih displin.” Dari cara makan yang baik, PBB yang baik dan semua kegiatan ini mengajarkannya arti kerja sama dalam kelompok. 

Tidak jauh berbeda dengan Nita Safitri, dia juga sangat merasa senang mengikuti kegiatan ini karena dia merasa termotivasi. 

Maria Prasetyaningtyas, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan berpesan pada apel penutupan supaya siswa-siswi setelah mengikuti kegiatan ini mereka harus berubah. “Perubahan harus diawali dari diri sendiri. Dari yang semula kurang disiplin harus berubah menjadi lebih disiplin,” tuturnya. # VM Prasetyaningtyas