Header Ads

Breaking News

Seminari Tinggi Santo Paulus Yogyakarta

80 Tahun Hasilkan 600 Imam

Seminari Tinggi tertua di Indonesia, Seminari Tinggi Santo Paulus, Kentungan, Yogyakarta, merayakan Hari Ulang Tahun ke-80. Perayaan diadakan pada hari Sabtu (13/8) malam di kompleks seminari. Kardinal Julius Darmaatmaja SJ memimpin perayaan syukur ini dalam Ekaristi konselebrasi bersama rektor seminari Rama Joseph Kristanto Pr dan staf seminari Rama Emanuel Martasudjita Pr. Ikut dalam perayaan ini puluhan imam alumni seminari ini. Selain itu, tak kurang dari 400 umat menghadir perayaan ini.

Seminari Tinggi St Paulus didirikan oleh Mgr Petrus Willekens SJ, Vikaris Apostolik Batavia saat itu (1933-1952). Mgr Willekens memiliki visi ke depan bagi Gereja Katolik. Ia ingin Gereja yang sungguh mengakar dan membumi di bumi Indonesia. “Mgr Willekens bercita-cita supaya Gereja Katolik sungguh menjadi Gereja Indonesia, bukan sebagai Gereja di Indonesia,” tegas Kardinal Julius Darmaatmaja dalam sambutannya. 


Kardinal juga menambahkan, supaya Gereja semakin membumi maka harus ada imam-imam pribumi. Karenanya, didirikanlah seminari tinggi pertama di Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1936 di Muntilan. 

Bapa Kardinal berpesan pula kepada para calon imam, untuk berani mengatakan ‘cukup!’ kepada diri sendiri atas berbagai tawaran dunia. Perkembangan teknologi senantiasa memberikan kenyamanan dan kemanjaan. 

“Namun sebagai imam, marilah kita berani berkata ‘cukup!’, bila memang itu dirasa cukup. Memiliki handphone (HP) itu perlu, tetapi HP dengan berbagai aplikasi itu yang tidak perlu,” ajak Kardinal.  Ajakan ini mau mengatakan supaya para imam dan calon imam hidup sederhana, tidak lekat dengan hal-hal yang duniawi.
Rama E Martasudjita yang memberikan homili, mengajak seluruh warga Seminari Tinggi St Paulus, baik imam maupun calon imam untuk senantiasa bersukacita dalam menjalani kehidupan di seminari ini.

“Mengapa kita harus bersukacita?” tanya Rama Marta. Karena Seminari Tinggi St Paulus diperkenankan untuk menghadirkan Tuhan, baik dalam perayaan ekaristi, pembaptisan, pertobatan, dll. Selain itu, warga seminari tinggi perlu bersyukur, karena karya Tuhan selalu melampaui karya manusiawi kita.  

Paulus Rasul Kang Pinujul
Dalam kesempatan itu, Pastor J Kristanto menyatakan bahwa sebagai seminari tinggi tertua di Indonesia, Seminari Tinggi St Paulus sudah menghasilkan lebih dari 600 imam. Dari mereka, hadir 14 Uskup yang tersebar di seluruh keuskupan di Indonesia, termasuk dua orang Kardinal. Dan tak hanya itu. Para mantan frater dan mantan imam yang pernah belajar di seminari tinggi ini pun sampai saat ini aktif di berbagai kegiatan gerejani. 

Selama 80 tahun ini Seminari Tinggi St Paulus sudah sembilan kali berpindah-pindah tempat.  Mulai dari Muntilan, Yogyakarta, Mertoyudan, Girisonta, sebelum akhirnya di Kentungan ini, sejak 6 Januari 1968. 

Seminari Tinggi milik Keuskupan Agung Semarang ini, awalnya mendidik para calon imam diosesan dari 13 keuskupan di Indonesia. Namun kini tinggal 4 keuskupan, yaitu Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Purwokerto, dan Keuskupan Agung Medan. 


Perayaan HUT Seminari Tinggi St Paulus juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang wahyu berjudul ‘Paulus Rasul Kang Pinujul’ dengan dalang Pastor Agustinus Handi Setyanto Pr dari Keuskupan Purwokerto. Pagelaran ini mengisahkan tentang kehidupan rasul Paulus dari menentang hingga menjadi rasul Kristus yang andal. Wayang wahyu merupakan kesenian tradisional Jawa yang menceritakan kisah-kisah dalam Alkitab. # Elwin