Header Ads

Breaking News

Menghidupi Ensiklik Laudato Si’

DISKUSI  mengenai ensiklik Laudato Si’ yang dicetuskan oleh Paus Fransiskus digelar di Gereja St Fransiskus Xaverius Kidul Loji, malam itu, Selasa (9/8). 
Diskusi diadakan oleh Komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan (PK3) Kevikepan DIY bersama dengan anak-anak muda dari komunitas Focolare. 

Peserta ensiklik Laudato Si’ menarikan tarian bumi di akhir misa. (Foto: Monica)
Diskusi yang dihadiri oleh 58 peserta ini mengupas bagaimana manusia mengeksploitasi alam tanpa memberikan timbal balik yang sesuai, seperti merusak tanah dengan menggunakan pupuk pabrik yang tidak ramah lingkungan dan budaya konsumerisme yang membuat manusia menjadi lebih suka mengonsumsi makanan instan dalam kemasan, padahal kemasan tersebut dapat menjadi limbah yang merusak lingkungan.

Diskusi juga dilakukan dengan berbagi pengalaman melaksanakan ensiklik Ludato Si’ ini. Salah satu hal yang dapat dilakukan dari dalam gereja yaitu mengganti hiasan bunga altar. Seperti yang diceritakan oleh Marni dari Paroki Babadan. Ia mengatakan, di gerejanya hiasan bunga altar mulai diganti dengan buah atau sayur-mayur karena jika menggunakan bunga, sekali digunakan langsung dibuang, tetapi kalau menggunakan buah dan sayuran setelah misa selesai bisa langsung dimanfaatkan.

Dalam Laudato Si’, Paus Fransiskus menyerukan pertobatan ekologis, yaitu dengan menghayati panggilan untuk melindungi karya Allah. Pertobatan ekologis ini dapat dilakukan dengan mengurangi limbah plastik dan kertas, menggunakan air secara bijak, dan menciptakan lahan hijau di sekitar rumah walaupun hanya kecil. 

Di akhir acara, peserta diajak untuk menarikan tarian bumi yang gerakan-gerakannya menggambarkan keadaan bumi dan usaha pelestariannya.* Monica Warih WK

No comments