Header Ads

Breaking News

KKIT Sambut Kanonisasi Ibu Teresa

Kerabat Kerja Ibu Teresa atau disingkat KKIT Kota Semarang menyambut kanonisasi Ibu Teresa menjadi Orang Kudus atau Santa pada tanggal 4 September 2016, dengan menggelar seminar bertajuk ‘Kerahiman Allah saat Hidup Gelap, Belajar dari Ibu Teresa’. Kegiatan yang dihadiri tak kurang dari 300 peserta ini diselenggarakan di aula Kantor Pelayanan Pastoral Keuskupan Agung Semarang (KPP KAS), Minggu (21/8). Sebagai narasumber tunggal Rama Telesphorus Krispurwana Cahyadi SJ. 

Dengan gaya yang menyegarkan, Rama Kris menyampaikan bahwa dalam hidup Ibu Teresa juga diwarnai dengan apa yang disebut ‘malam gelap’ atau ‘padang gurun’. “Di tengah-tengah pelayanan Ibu Teresa di berbagai tempat, termasuk di Kalkuta, ia juga mengalami apa yang disebut kekeringan rohani atau the dark night of the soul,” ucapnya. Tambahnya, dalam berbagai aktivitas rohani seperti doa, ibadat, dll, ia merasakan tak memperoleh apa-apa. Dan ini dialami cukup lama oleh Ibu Teresa. 

Tentang kegelapan itu, Ibu Teresa menulis demikian, “Jiwaku tetap berada di dalam gelap yang dalam dan desolasi. Tidak, aku tidak mengeluh- biarlah Ia berbuat pada saya apapun yang dikehendaki-Nya”. 
Dari Ibu Teresa kita dapat belajar, bahwa jika kita mengalami ‘malam gelap’ tetaplah kita bertekun dalam doa, ibadat, misa, membaca kitab suci. Tetaplah kita setia melakukan hal-hal yang baik. Menyitir perkataan Ibu Teresa, Rama Kris mengatakan, “Kita dipanggil bukan untuk sukses, kita dipanggil untuk setia.” # Elwin

No comments