Header Ads


Breaking News

HUT Gereja Kumetiran Ibadat Bersama Umat Kristen

GEREJA Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran, Yogyakarta memperingati 9 windu atau HUT ke-72 dengan acara Ibadat Ekumene di gereja setempat. Ulang tahun kali ini mengusung tema 'Menjadi Gereja yang Merangkul'. Umat paroki mengadakan ibadat bersama dengan umat Kristen yang berdekatan dengan gereja.

Tampak para Rama dan Pendeta memimpin ibadat bersama dalam rangka HUT ke-72 Gereja Kumetiran. (Foto: Agung)
''Kami ingin menampakkan cinta Kristus secara nyata dalam hidup bermasyarakat dan berkebersamaan, seturut  teladan Bunda Maria,'' kata Kepala Paroki Kumetiran, Rama Yohanes Dwi Harsanto Pr.
Selain dirinya, khotbah juga disampaikan bergantian oleh Pendeta Richard A Sutjahjono, Pendeta Yusak, Pendeta Paulus Eka Samudra dan Pendeta Agus Prasetyo.

Rama Dwi mengatakan persatuan paling mudah dimulai dari doa bersama. Persahabatan tidak membuat umat sendirian. Ibadat bersama merupakan persekutuan yang sungguh-sungguh nyata. Ia berharap tahun-tahun mendatang tradisi kebersamaan dapat terus terjaga.

Wakil Ketua II Dewan Paroki setempat, KMT A Tirtodiprojo mengatakan ibadah ekumene dalam rangka 9 windu Paroki Kumetiran juga  melibatkan para pendeta dan jemaat Kristen di sekitar paroki. Ada GKI Ngupasan, GPIB Marga Mulya, GKJ Bambu Tegalrejo, GKI Wongsodirjan, Gpdi Sosrowijayan, GKKK Beskalan dan GSJA Haleluya Ngampilan.

Sementara itu Pendeta Richard dalam khotbahnya menyampaikan Gereja Katolik, Protestan maupun Pantekosta ada hubungan darah, kekeluargaan. Menurutnya ada sifat ketergantungan antara individu satu dan yang lain. Karena itu ia mengapresiasi diselenggarakannya ibadat bersama  yang jarang-jarang dilakukan. * Agung PW

No comments