Header Ads

Breaking News

Festival Anak di Paroki Pangkalan

Minggu (7/8) pagi, halaman gereja St Mikael Pangkalan dipenuhi ratusan anak dari berbagai paroki di Kevikepan DIY. Anak-anak tersebut mengikuti Misa Raya dan Festival Anak yang diselenggarakan oleh Komisi Karya Misioner Kevikepan DIY bersama para pendamping PIA dalam rangka Hari Anak Nasional. 

Dalam kegiatan ini anak-anak diajak untuk menemukan dunia mereka yang sesungguhnya, dunia yang tidak terbatas pada permainan online dalam gawainya (gadget). Dalam kegiatan ini, mereka diajarkan permainan-permainan yang mengajak mereka untuk bersosialisasi dengan teman-teman di lingkungan sekitarnya sehingga tidak hanya terpaku pada gawainya. 

Acara diawali dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh 8 rama dengan selebran utama Rama Fl Hartosubono Pr selaku Vikep DIY. Dalam homili, Rama Bono mengajak anak-anak untuk semakin mencintai Tuhan Yesus seperti Yesus yang selalu mencintai anak-anak. “Mencari Pokemon dalam game online harus kesana-kemari, tetapi jika mencari Yesus sudah ada di dekat kita,” ucap Rama Bono. 

Petugas liturgi dalam misa raya ini berasal dari perwakilan paroki yang menjadi peserta misa raya. Mereka yang bertugas membawa persembahan secara khusus memakai pakaian yang menggambarkan cita-cita mereka kelak. Ada yang memakai pakaian tentara, baju perawat, polisi, koki, guru, dan pegawai negeri. 

Usai misa kegiatan diadakan di luar gereja, yaitu di kompleks gereja dan kompleks Dirgantara. Anak-anak diberi waktu untuk makan siang dan dihibur dengan penampilan dari perwakilan beberapa paroki dan komunitas. Mereka menampilkan tarian dan nyanyian. 

Ada juga komunitas DAC, yaitu komunitas yang peduli dengan teman-teman tuna rungu yang menampilkan nyanyian beserta tarian isyarat. Tarian tersebut ditarikan oleh para penyandang tuna rungu. Mereka mencurahkan isi hatinya tentang mengapa mereka diciptakan berbeda dari yang lain. Anak-anak diajak untuk peduli dengan mereka yang membutuhkan perhatian khusus.  

Dalam kegiatan ini, masing-masing anak diberi satu kincir yang digunakan untuk kampanye seribu kincir. Mereka diajari tarian kincir dan anak-anak terlihat sangat senang memainkan kincir tersebut. Selanjutnya, anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 3-4 paroki untuk berkeliling kompleks dan mengikuti kegiatan di sana. # Monica Warih WK

No comments