Header Ads

Breaking News

Chris John Selalu Bersaksi Di Atas Ring Tinju

Tuhan Yesus itu sungguh amat baik! Itulah refleksi iman mantan petinju dunia Chris John bila mengenang dan mengingat keberhasilannya di dunia tinju profesional. Ia merasa semua yang dicapai dalam kariernya di dunia tinju pertama-tama karena kemurahan dan belas kasih Tuhan. “Semua sudah disediakan Tuhan Yesus untuk saya,” ungkap umat Paroki Keluarga Kudus, Atmodirono, Semarang.  

Meski telah disediakan Tuhan, namun kesuksesan itu tetap harus diperjuangkan dengan kerja keras. Kerja keras memang telah ia lakukan sejak belia, mewarisi semangat dari ayahanda  Johan Tjahjadi yang juga mantan petinju amatir. Sejak usia 5 tahun, pemilik nama Yohannes Christian John ini dilatih sang ayah dengan disiplin tinggi di Banjarnegara. 

Berkat kedisiplinan ini, Chris John kecil telah berhasil menjuarai kejuaraan amatir di Banjarnegara. Inilah awal yang baik baginya di dunia tinju. Demi lebih mengembangkan diri, ia pun hijrah ke Semarang. 

“Saya percaya Tuhan Yesus tak pernah meninggalkan saya, terlebih saat pertandingan,” tutur suami Anna Maria Megawati. Chris John pun terkenang ketika ia harus bertanding dengan petinju nasional yang terkenal dengan pukul mautnya. Baru di ronde 1 (dari 12 ronde) ia sudah 2 kali terpukul dan jatuh. Keadaan begitu gelap saat itu bagi Chris John. Ia pun berusaha bangun dan bertahan. 

“Saya seperti orang linglung, tapi untunglah di ronde 5 kesadaran saya pulih 100%. Lalu aku berkata ‘terima kasih Yesus’,” ucap ayah dari Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani. Dan sebaliknya di ronde 12, Chris John malah mampu memukul jatuh sang lawan. Juara nasional pun ia raih. 

Yesus, Di mana Engkau?
Relasi Chris John dengan Yesus tampaknya begitu erat. Saat di tengah ring tinju pun ia masih kerap berkomunikasi dengan Yesus. Pernah suatu kali ia terkena pukulan dan jatuh. Di tengah kejatuhan ini ia sempat bertanya, “Yesus, dimanakah Engkau?” Dan akhirnya ia memang memenangkan pertandingan itu. 

Chris John juga mengakui bahwa kesempatannya menjadi juara dunia itu juga semata-mata karena kemurahan Tuhan Yesus. Kesempatan emas bagi Chris John dan bangsa Indonesia tiba saat Chris John berkesempatan menantang Oscar Leon dari Kolombia pada 26 September 2003 di Bali. Chris John menang angka tipis (split decision) dalam pertandingan 12 ronde tersebut, dan dinyatakan berhak menyandang gelar juara dunia WBA sementara (interim title).

Dan tak lama kemudian, WBA ‘menghibahkan’ gelar juara definitif (bukan lagi gelar interim) kepada Chris John.

Tahun 2013 lalu, Chris John mengundurkan diri setelah meraih kemenangan sebanyak 48 kali (22 kali KO), 3 kali seri dan sekali kalah. Ia mengakui, di usianya ke-34 fisiknya sudah tak selincah dulu. Ia pun pensiun sebagai petinju. “Rupanya keputusan saya ini merupakan jawaban atas doa isteri saya yang memohon kepada Tuhan supaya saya bisa berhenti sebagai petinju,” kenang Chris John yang kini aktif di komunitas Pria Sejati Katolik. # Elwin 

No comments